Pemberdayaan masyarakat melalui KF

LELAKI setengah baya itu tidak lagi terlihat kebingungan ketika petugas dari kelurahan memintanya mengisi formulir untuk keperluan kegiatan pelatihan keterampilan yang akan diikutinya. Sebab, sejak ia rajin mengikuti program Keaksaraan Fungsional yang dimotori sejumlah mahasiswa di desanya mulai empat bulan lalu, kini lelaki berkulit hitam legam itu tak perlu lagi meminta anak atau tetangganya yang masih pelajar SMP untuk mengisi formulir tersebut. Lelaki bernama Sunardi yang saat ini tinggal di Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, itu telah mampu mengisi sendiri formulir kegiatan pelatihan keterampilan itu karena ia saat ini telah bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Bahkan, sejak ia semakin terampil membaca, menulis, dan berhitung, usaha pembuatan tahu dan tempe yang dikelola bersama istrinya semakin berkembang. Hal itu memungkinkan terjadi karena pada saat Sunardi belajar membaca, menulis, dan berhitung melalui program Keaksaraan Fungsional, oleh para tutornya ia juga dilatih berbagai keterampilan, antara lain bagaimana membuat tempe dan tahu yang baik serta bagaimana cara memasarkannya. Selain itu, bapak berputra dua itu juga semakin rajin mengikuti berbagai pelatihan keterampilan baik yang diadakan oleh kelurahan maupun pihak lain, sehingga kemampuannya dalam mengembangkan usaha yang dimilikinya semakin komplit.

Tak heran, di samping usaha pembuatan tahu dan tempe yang dibangun bersama istrinya itu semakin maju, ia juga kini telah mampu melakukan diversifikasi usaha. Sebab, saat ini tahu dan tempe yang diproduksinya tidak lagi hanya dijual kepada masyarakat dalam bentuk produk mentah, tetapi telah pula dipasarkan dalam bentuk produk makanan olahan berupa kripik tahu dan kripik tempe . Semua itu bisa ia lakukan berkat sejumlah pelatihan keterampilan yang diikutinya, terutama melalui program Keksaraan Fungsional, serta dari upaya optimalisasi membaca buku-buku keterampilan yang diperolehnya dari perpustakaan keliling ‘Mobil Pintar’. Dengan semakin berkembang usahanya itu, kini Sunardi bukan hanya telah muncul menjadi pengusaha kecil yang sukses tetapi juga merupakan satu-satunya orang di desanya yang berhasil membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya..

Dari ilustrasi yang menggambarkan suksesnya seorang peserta program Keaksaraan Fungsional dalam memberdayakan diri dan masyarakat sekitarnya, terlihat jelas bahwa program Keaksaraan Fungsional yang digagas Departemen Pendidikan Nasional itu jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan sejumlah program pemberantasan buta aksara lainnya yang dikembangkan institusi itu selama ini. Sebab, melalui program yang cukup komprehensif tersebut jumlah masyarakat yang belum melek huruf tidak saja dapat dikurangi, tetapi juga dapat diberdayakan berbagai potensi yang dimilikinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s